Kami adalah

kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selasa, 23 Juni 2009

Hargai Pekerjaan Bawahan Anda, Sekecil apapun . .

Hargailah hasil pekerjaannya, sekecil apapun!
Ucapkan terima kasih kepada bawahan anda, tim anda, atas jerih payahnya, kerja samanya. Berikan penghargaan atas keberhasilan dan prestasi mereka. Sampaikan terima kasih bila mereka berhasil melakukan kemajuan. Anda bisa melakukannya secara empat mata, secara terbuka, dalam bentuk tertulis, atau dengan cara-cara yang begitu kreatif. Orang-orang yang hasil kerjanya dihargai kemungkinan besar hasil kerjanya akan semakin baik juga.

Memperlihatkan sikap menghargai berarti menunjukkan apa yang anda inginkan dan apa yang menurut anda penting dilakukan. Tanpa umpan balik semacam itu, bawahan anda mungkin akan keliru menafsirkan apa yang bisa diterima atau dinilai tinggi.
Riset menunjukkan bahwa manusia haus akan penghargaan. Jika menerima pujian tulus atau apa yang berhasil dilakukan dengan baik, mereka tidak hanya merasa dihargai secara batiniah, tetapi juga membuahkan kebanggan tersendiri di kalangan keluarga dan teman-temannya. Hal ini akan meningkatkan penghargaan mereka pada anda sebagai pemimpin. Siklus itu lalu akan terus-menerus mempertahankan semangat. Sekali suatu tingkat penghargaan atas prestasi diberikan, bawahan akan bertindak dan berusaha mempertahankan citra yang telah berhasil mereka ciptakan.
Pertanyaan buat para pemimpin :
1. Kapankah Anda terakhir kali mengucapkan terima kasih pada seseorang dalam jajaran staff Anda?

2. Kapankah Anda terakhir kali memuji seseorang dengan tulus atas keberhasilannya menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik?
3. Hari ini siapakah yang menurut Anda layak untuk mendapatkan pujian ?

Diunduh: Oleh team Inspirator dari resensi net (ada perubahan seperlunya)

MUSIM NYANTAI SAAT LIBURAN SEKOLAH


Enaknya musim liburan sekolah.
Yang cuti pulang bersenang senanglah.
Yang cuti di rumah berleha-lehalah.
Yang nggak cuti . . . . di sekolah.
Bersantai-santailah. . . . . . . . . .
Inilah maknanya musim liburan.
Yang masing-masing kita
memaknai dan mempersepsikannya berbeda.
Bagi orang kaya musim liburan untuk bersenang-senang pulang kampung
pergi rekreasi ke puncak, ke Villa, ke Ancol
ke Monas lihat Pekan raya Jakarta dsb.
Bagi Pak Trimo jatah cuti bukannya di gunakan untuk pulang kampung nyambangi orangtua.
Eeeeh . . . . . . malah digunakan untuk tidur sepuas-puasnya seharian di rumah.
Pasti mas Trimo menahan nafas untuk mengumpulkan tabungan buat pulang kampung tahun depan ya ?