Kami adalah

kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selasa, 26 Mei 2009

ADALAH BAPAK BERNADI

Saya sangat salut dengan rekan yang satu ini
Tanggungjawabnya terhadap tugas mengajar

patut untuk diteladani
Selalu masuk tepat waktu.
Keluar kelaspun juga begitu.
Nyaris tidak . . . . . . .

meninggalkan kelas saat mengajar
Kecuali mau ke belakang.
Suatu hari ada tulisan pesan di mejaku
Ternyata tugas-tugas yang akan diberikan pada muridnya

minta tolong pada diriku.
Karena pagi itu beliau ijin ke rumah sakit.

yang tidak bisa ditunda.

Di usianya yang 50 an
Tetapi masih terlihat gesit dan bersemangat.
Terlihat antusias dalam kesehariannya.
Ngalahin yang muda-muda.
Yang usianya kepala 3.
Kalau saya pribadi memilih guru teladan di sekolahku
Beliau lah pilihanku, yang akan kuusulkan kepada pimpinanku.
kepada pengurus yayasanku.
Loyalitas, tanggungjawab, semangat, dan dedikasinya
Yang patut untuk aku tiru.
Tak pernah terdengar keluh kesah
Tak pernah terdengar mrusungan
Tak pernah terdengar mencibir orang.
kesehariannya penuh dengan kepasrahan
legowo lan nrimo
Beliamu adalah . . . . .
Bapak Bernadi.

Tingkatkan Pelayanan suatu Keharusan

Strategi untuk meningkatkan mutu pelayanan sekolah menurut penulis :
1. Layanan Perpustakaan : Petugasnya harus berusaha ramah, buat program semacam lomba setiap bulan, semesteran yang berhubungan dengan minat membaca (agar semakin rajin pinjam dan baca buku diperpustakaan).masuk dalam kegiatan program-program di sekolah. Buka layanan peminjaman kepada orangtua siswa,karena keberadaan buku di sekolah juga dari sumbangan perpustakaan yang dibayar setiap tahunnya. Koran dan majalah sebaiknya juga disediakan (ditaruh) diruang lobi tempat para orangtua murid menunggu dan para guru kongko-kongko.
2. Layanan Tata Usaha : petugasnya juga harus supel,ramah, dan grapyak.
3. Layanan Bimbingan Konseling : berusaha membuat program-program yang kemanfaatannya terasakan oleh warga sekolah. Program jangan ngarang sendiri, harus di konsultasikan kepada pimpinan sekolah. Pimpinan sekolahpun harus berani buat tawar-menawar programnya, tekankan pada targetnya apa ? Jangan langsung menandatangi program tanpa melihat isi programnya dulu. Usahakan tahun pelajaran baru nanti jam BK di kelas 24 jam, Kalau hanya 10 jam, digunakan untuk apa jam-jam yang kurang. Intinya dioptimalkan. Program apa saja yang dilakukan diluar jam masuk kelas yang dilakukan secara rutin, untuk itu diperlukannya pemahaman yang lebih dari para pimpinan sekolah tentang seputar layanan bimbingan dan konseling.
4. Layanan Remidiasi : Buat siswa merasa nyaman tidak terbebani dengan ulangan perbaikannya. Di SD sambut orangtua/ pengantarnya dengan ramah, jangan dibuat bingung mencari atau menunggu lama guru remidinya. Saat menunggu anaknya remidi, sebaiknya disediakan ruangan tunggu yang nyaman : tersedia buku-buku bacaan, minuman kecil (aqua), lebih hebat lagi kalau ada yang menemani ( semacam petugas/ guru remidiasi khusus ).
5. Layanan di Kelas : Di sini intinya pelayanan yang sebenarnya. Berusaha membuat suasana kelas yang menyenangkan. Beruasaha masuk kelas tidak terlambat, keluar kelas tidak mendahului, menimimalkan keluar kelas saat jam mengajar (kecuali ke belakang). Pantang saat jam mengajar di tinggal makan/sarapan di kantin. Lebih pantang lagi meninggalkan jam mengajarnya tanpa alasan yang jelas (kelas kosong). Apa yang terjadi di dalam kelas pada umumnya siswa akan menceritakan kembali kepada orangtuanya di rumah. Cerita positif akan berdampak pada penilaian pelayanan yang baik. Orangtua menjadi senang, bangga, tenang dengan prestasi belajar putra-putrinya.
6. Layanan UKS : Membuat program UKS jangan setengah hati, karena keberadaan UKS sangat vital di lingkungan sekolah untuk mendukung pola kebiasaan hidup yang sehat dan bersih. Membentuk dokter kecil dan ekstrakurikuler PMR yang lebih optimal. Keberadaan kantin juga merupakan bagian dari program UKS terutama dalam memonitor kebersihannya, nilai gizinya, kebiasaan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, termasuk juga kebiasaan/ kesadaran untuk membuang sampah. Targetnya adalah menang saat lomba UKS yang diadakan setiap tahun.

7. Bersambung, mau masuk kelas- ngajar dulu (jam 09.00)! Ngajar kelas 1 Sd .
7. Bersambung : membahas standar minimal SKBM ? Mengapa meski diperlakukan sama dengan anak-anak yang sejatinya memiliki kemampuan / potensi yang berbeda-beda. Misalnya saja : kelas kelompor upper standar SKMBnya 8, kelas sedang SKBMnya 7, dan kelas yang lower standar SKMBnya 6. Untuk renungan kita bersama.

1 lagi dari Houya.