Kami adalah

kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Senin, 23 Maret 2009

YUK BIKIN PUISI BERANTAI

Aturan Permainan :
a. Semua guru boleh bikin, tukang sapu boleh nyambung, pimpinan sekolah monggo dipersilahkan.
b. Yang masih sibuk ngoreksi cepat ya nongol di permaian ini.
c. Yang masih ngoceh di kelas, keluarlah tepat bel berbunyi, ojo ninggalin kelas terus . . . .
d. Yang suka main game cepatlah beralih ke permainan ini.
e. Hadiahnya masih nunggu, kalau ada sponsor.

Saya mulai ya puisi berantainya :

Dalam Situasi Begini . . . .
Berpikir NEGATIF, pesimis, apatis sudah pasti menyiksa diri.

Dalam Situasi Begini . . . .
Berpikir POSITIF, optimis, jaga spirit, Ceria sudah pasti menyenangkan hati

Dalam Situasi Begini . . .
Perlunya Kita Membangun Ikatan Emosi.

Dalam Situasi Begini . . . .
Perlunya Kita Membangun Empati


Dalam Situasi Begini . . .
Sepatutnya Menjaga diri dari Depresi.


Dalam Situasi Begini . . .
. . . . . . . . . . . . . .( mohon pembaca diteruskan bersambung dan bersambung
).

Dari : Pencetus Game Refleksi Diri

INILAH PERLUNYA PAPAN REKLAME PRESTASI


Tidak semua murid tahu . . . .
Tidak semua guru tahu . . . .
Tidak semua orangtua siswa tahu . . .

Ternyata Kita masih punya nyali
Anak-anak kita bisa berprestasi
Dalam kondisi yang begini . . . . .
.

Tahukan Kita, guru, orangtua, masyarakat . . .. .
Kalau dalam minggu ini
Guru dan anak-anak kita bisa mengharumkan nama lembaga ini ?

1. Lomba Astramatika di Unmul :
a. SD- 1 YPK juara harapan 2
b. SMP YPK juara 3
c. SMA YPK harapan 2 dan harapan 3

2. Lomba Sains Fisika di Unmul :
a. SD-1 YPK juara harapan 1

3. Lomba Bulu tangkis usia dini se Bontang :
a. SD-1 YPK juara 1.

Kesimpulan :
a. Apakah dengan prestasi tersebut kita museumkan begitu saja ?
b. Waktu , tenaga pikiran, dan biaya yang tentu saja tak ternilai.
c. Apakah tidak ada pikiran untuk di sosialisasikan kepada semua orangtua murid
dan masayarakat tentang prestasi ini ?
d. Itulah latar belakang kami mengusulkan pembuatan papan reklame prestasi sekolah
untuk dipanjang di area Koperasi PKT, perempatan SD-1, dsb.
e. Tujuannya agar masyarakatan tahu, dan inilah sebenarnya harga jual lembaga ini
agar tetap di hati para pelanggang Kita.
f. Kumpulkan para ekonom lembaga ini untuk mengupas masalah marketing,
strategi pemasaran, bagaimana mengemas produk-produk agar menarik dan mempesona
para orangtua muridnya.

DARI : SD KITA MAS

GOOOOO . . . .Siiiiip !

Memang Asyik !
Banyak orang yang lebih suka percaya pada GOSIP, isu, atau desas-desus tentang sesuatu hal atau orang lain, dari pada percaya tentang berita positif tentang orang lain.
Jika seseorang bercerita tentang keberhasilan, perbuatan baik/ kebaikan, dan keistimewaan orang lain, hal itu didengarkan, tetapi tidak banyak ditanggapi, didengar seperti angin lalu, dan . . . ., sesudah itu selesai.
Tetapi jika seseorang berbicara tentang : Hal negatif tentang orang lain para pendengar mulai memasang kuping, membuka lebar-lebar, ”Karena ini pasti cerita menarik!” Lalu, itu disimpan lama dalam pikiran,
alam bawah sadarnya, lantas diceritakan lagi pada orang lain, dan orang yang lain menceritakannya pada orang yang lainnya lagi. Lagi, lagi, dan lagi. Demikian seterusnya . . . . . .


Sampai kepada orang yang sadar dan menyadari bahwa kebiasaan- perbuatan gosiiip itu tidak dibenarkan oleh agamanya (berprasangka buruk pada orang lain ). Sementara orang lain merasa ini adalah hobbi. Apa untungnya . . . . . Kita berbicara negatif tentang orang lain ? Itu hanya merugikan diri sendiri, dan orang lain. Bagaimana kalau gosip itu menimpa diri kita sendiri ? dan gosip itu tidak benar, dan memang hanya dibuat-buat untuk menjatuhkan orang lain atau dibesar-besarkan oleh orang yang memang tak senang dengan orang itu ? Atau bagaimana kalau gosip itu ternyata tidak menyangkut orang itu, tetapi orang lain ? Begitu kompleksnya dan bahayanya GOSIP itu bagi orang lain. Ibarat VIRUS, gosip itu perusak, penghambat, pengacau, yang dapat menghancurkan lingkungan yang sudah kondusif, aman, dan harmonis. Mari kita lawan kebiasaan ngegosiip dengan saling intropeksi diri, merefleksi diri. ”Apa sebenarnya sih yang kita banggakan ?”
Maka hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan.
Jika Kita mendengar GOSIP :
1. Jangan langsung mempercayai gosip itu sekalipun itu dikatakan oleh orang yang kita kenal, dekat dengan kita, ataupun oleh orang kepercayaan kita atau keluarga kita.
2. Jangan menambahkan lagi keburukan orang yang kena gosip itu dengan pengalaman kita atau orang lain tentang dia.
3. Tak perlu menceritakan kepada orang lain lagi gosip itu jangan sampai Anda kena batunya.
4. Tak perlu menganggap serius gosip itu, dan tak perlu banyak dikomentari.
5. Tunjukkan pada orang lain bahwa Anda tak suka gosip, itu akan mendidik mereka.
6. Jangan terbiasakan diri bertanya - tanya tentang hal-hal negatif orang lain.
7. Jika ada teman yang berbuat kesalahan, bantulah orang tersebut, jangan gosipkan keburukannya. Janganlah ambil bagian dalam KEJAHATAN GOSIP.
8. Ingat, KEBIASAAN NGEGOSIPIN REKAN KERJA DI TEMPAT KERJA, SAMA DENGAN MERUNTUHKAN, MENGACAUKAN, MENCERAI BERAIKAN, DAN MEMUTUSKAN TALI PERSAUDARAAN.
9. Dalam Agama , dilarang juga khan ?


DICERNA DARI BERBAGAI SUMBER.
SUPRIHOU SD. KITA