Kami adalah

kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selasa, 28 April 2009

PANJI YPK


Mencermati berbagai tulisan manteman di lembaga yang sangat bonafide ini, tergelitik juga akhirnya hati ini ingin turut berkiprah di dunia maya penuh makna ini. Salam dan doa kita hadiahkan pada para pahlawan terutama yang mengusahakan bagaimana YPK tetap jaya agar cita, cinta, dan citra yang ingin selalu kita rengkuh bersama, tetap bergelora.

Kawan, mengapai sukses yang ditawarkan Ki Ngenes emang oke, barangkali (bukan batukali,ikan lele,dan apapun yang ada di kali) kita juga perlu untuk membuang jauh-jauh cara tidak baik misal KKN, tapi bermainlah cantik(pinjam istilah Cak Mad) dan selalu khusnul khotimah serta istiqomah agar barokah sebagai bekal masuk surga.

Sohib, lembaga ini adalah lembaga bonafide yang selalu dan berusaha selalu untuk meluluskan siswanya dengan nilai diatas sekolah yang lain. Jadi yang ditawarkan Houya untuk menaikkan semua siswanya ya nanti dulu, ada berbagai mekanisme yang harus dilalui agar mutu yang diraih nantinya bisa dipertanggung jawabkan. Berdasarkan pemikiran yang ditawarkan oleh Houya juga patut kita lakukan, dan berbagai pihak perlu berbenah demi kemajuan YPK.
Koncoku, diluar sana di dalam negeri (kita kan luar negeri) istilah RSBI sangat menyemangati para orang tua di Bontang tidak terkecuali karyawan dan guru YPK untuk berbondong-bondong memasukkan putra-putrinya, padahal yang sudah SBI aja kenyataannya di bawah kita. Dan perlu diingat kita pun akan ikut RSBI, serta YPK akan menjadi pusat sumber belajar di Kaltim. Kita patut berbangga kan?

Kawan, emang kita di luar negeri , jadi kita harus benar-benar bisa meningkatkan kemampuan tuk bersaing secara sehat, agar kita tidak dipandang sebelah mata. Banyak prestasi yang kita raih, tapi publikasinnya mana? bagaimana kita bisa dikenal kalau kita sendiri tidak memperkenalkan lembaga ini, bahkan guru dan karyawannya pun banyak yang tidak tahu. Bahwa sang juara ada di lembaga ini, bahwa nama YPK dikenal di Nusantara bahkan seantero dunia. Contoh kecil, hari ini 9 siswa-siswi SMA dan 1 gurunya berlomba mewakili KALTIM di Jogja, adakah lembaga lain selain SMA yang tahu
atau barang kali ada guru SMA yang tidak tahu, ya karena emang kurangnya penyemangat terutama berupa publikasi? belum lagi ternyata Sasongko (putra almarhum Munardi) hari ini memenangkan lomba kreasi dan baca puisi se-kaltim.

Jadi teman, perkenalkan; kami adalah lembaga pendidikan yang ada di lingkungan Pupuk Kaltim yang berusaha,... ingat visi,misi, dan moto lembaga YPK

Selamat mencurahkan segalanya 'tuk YPK yang tercinta.

basudewa

Senin, 27 April 2009

DAFTAR FAKTOR SUKSES

Dari hasil surve yang sangat terkenal di Amerika, ternyata ada banyak factor lain yang menentukan keberhasilan seseorang. IQ bukanlah segala-galanya.
Berikut ini adalah hasil survey yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley, Ph.D yang ditulis dalam buku The Millionaire Mind. Survei ini dilakukan di Amerika dengan total 1.001 responden. Dari 1.001 orang ini, 733 adalah miliuner dengan kekayaan di atas USD 1 juta.

Daftar factor sukses berikut ini ditulis berdasarkan urutan pengaruh. Nomor 1 berarti memiliki pengaruh paling besar, dan seterusnya.
1.Bersikap jujur kepada semua orang.
2.Mempunyai disiplin yang baik.
3.Pintar bergaul
4.Mempunyai pasangan hidup yang mendukung.
5.Bekerja lebih keras daripada orang lain.
6.Mencintai karier / bisnis
7.Memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat.
8.Memiliki semangat/ kepribadian yang sangat kompetitif
9.Mengatur hidup dengan sangat baik.
10.Memiliki kemampuan untuk menjual ide atau produk.
11.Melakukan investasi dengan bijaksana
12.Melihat peluang yang tidak dilihat oleh orang lain.
13.Menjadi bos atas diri sendiri
14.Berani mengambil resiko keuangan bila memberikan hasil yang baik.
15.Memiliki mentor yang baik
16.Memiliki hasrat untuk menjadi figure yang dihormati.
17.Membangun usaha sendiri
18.Menemukan peluang yang menguntungkan
19.Memiliki energi yang besar
20.Fisik yang sehat
21.Memiliki IQ yang tinggi/ superior
22.Mengambil spesialisasi
23.Masuk sekolah yang Top
24.Mengabaikan kritik orang yang tidak ada gunanya.
25.Hidup hemat
26.Memiliki iman/ Spiritual yang kuat
27.Beruntung
28.Investasi di perusahaan public
29.Memiliki penasihat investasi yang baik
30.Lulus dengan nilai terbaik / hampir terbaik.

Sekali lagi saya tidak bermaksud mengatakan bahwa nilai akademis tidak penting. Yang ingin saya sampaikan adalah agar kita sebagai orangtua dan guru mau memperhatikan factor-faktor lain selain IQ.

DR:KINGENES.
(Sumber:Born to Be a Genius oleh Adi W.G.)

Aku kangen tulisane Mas Ahmad Riwayadi

Mas Ahmad Riwayadi lagi sibuk yaaa
Artikelnya (tulisannya) kok lama nggak muncul.
PaSTI SIBUK MENGHABISI UAN - AUASNYA YA !
Nongol dong di blog guruypk oke.
jangan lupa sarapan pagi,
ojo lali makan siange.
ojo malem-malem tidure
nonton bal-balan.
jangan lupa kopi manise
susu segare
wedang jahene.
tes manise.
beras kencure.
Obat penguate.
dan sakteruse . . . . .

MENGAPA HARUS TINGGAL KELAS ?



Siswa-siswa SMA sudah berakhir dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional(UAN). Mereka tinggal menunggu hasilnya. Apakah nilainya memuaskan/membanggakan, baik atau mengecewakan(TIDAK LULUS UJIAN).
Minggu ini, mulai hari senin kemarin siswa-siswa SMP juga mulai melaksanakan Ujian Akhir Sekolah(UAN).Hari ini anak-anak SD siswa kelas VI sedang melaksanakan Try out yang ke 6.

Tiga bulan terakhir ini benar-benar waktu tersita untuk mempersiapkan anak-anak siswa SD kelas 6, SMP kelas 3, dan SMA kelas 3 untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional yang benar-benar menentukan . Sesuatu yang seakan-akan sangat di sakralkan, mencemaskan, menegangkan, dan menentukan masa depan anak-anak kita dan harga diri mereka( siswa, orangtua dan nama besar sekolah).

Pada umumnya sekolah-sekolah di negeri ini jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan diri untuk menghadapi pertempuran besar ( UAN ) dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang berupa try out, try out . . sampai berkali-kali. Sesuatu yang luar biasa untuk mencurahkan perhatian sekolah terhadap masa depan (kelulusan ) siswa-siswanya di kelas 6 (SD), 3(SMP), dan 3(SMA). Bahkan sudah menjadi tradisi sekolah-sekolah di negeri ini untuk menghadapi UAN dengan melakukan program khusus : pelajaran tambahan bidang studi yang di UAN kan, pelatihan motivasi,renungan, klinik malam, home visit, pertemuan orangtua, do’a bersama dengan dipimpin ustad terkenal di kotanya. Itulah tradisi yang dilakukan sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA di negri ini dari tahun ke tahun.

Pertanyaan yang menggelitik pikiran saya :
Semangat, antusias, ambisi, dan kerja keras yang dicurahkan untuk mencapai target yang diharapkan yaitu lulus UAN dengan nilai yang optimal,ALANGKAH INDAHNYA KALAU JUGA bisa diterapkan / diaplikasikan kepada siswa-siswa jenjang kelas dibawahnya : SD kelas 1 s.d 5, SMP kelas 1 dan 2, SMA kelas 1 dan 2 . Adakah semangat dari kita semua untuk dapat berusaha menaikkan ( meloloskan) anak-anak kelas tersebut ? Adakah usaha untuk meminimalkan anak-anak yang tinggal kelas, bahkan berusaha untuk dapat menaikkan siswa-siswa tersebut seperti di kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA (Kalau selama ini kita bisa meluluskan anak-anak kelas tersebut ), mengapa kita terkadang masih gagal untuk meloloskan (menaikkan) siswa-siswa di kelas jenjang di bawahnya ?

Anak-anak yang bermasalah (problem belajar) di yayasan ini ( SD, SMP, dan SMA ) adalah anak-anak yang NORMAL secara fisik dan mental/ intelligence. Mengapa sampai ada anak-anak yang tinggal kelas ? Siapa yang salah ? Apa yang masih kurang ? Apa yang diinginkan ? Apa yang diharapkan oleh guru, wali kelas, dan sekolah ? serta apa yang harus dilakukan oleh para orangtua ?

Mari kita buka kembali program-program apa yang sudah kita lakukan untuk anak-anak yang problem belajar dengan kategori : nilai selalu dibawah rata-rat (SKBM), nilai rawan atau waspada yang pada akhirnya berakhibat pada kegagalan untuk dapat naik ke kelas yang lebih tinggi. Apakah kita hanya sekedar memberikan remediasi ? pemanggilan orangtua yang terkadang kurang dalam memberikan solusi ? Adakah semangat yang sama untuk dapat dilakukan seperti siswa-siswa di kelas 6 (SD), 3 ( SMP), dan 3 (SMA).
Ini menjadi renungan Kita bersama, menjelang rapat kenaikan kelas naik .

Terima kasih yang sempat membaca artikel ini.
Selamat berkarya.

Dari: SupriHouya.

Minggu, 26 April 2009

SEKOLAH YANG BERMUTU ?

Sekolah yang bermutu,
tak pernah takut kekurangan murid
Sekolah yang bermutu
tak gentar menghadapi perubahan.

Sekolah yang bermutu
Rebutannya calon murid baru
Sekolah yang bermutu
Kepercayaannya para orangtua

Sekolah yang bermutu
Biaya mahalpun tidak masalah
Sekolah yang bermutu
Kebanggaan para siswa dan orangtua

Sekolah yang bermutu
Pelayanannya Jitu
Sekolah yang bermutu
Guru-gurunya berpikiran maju
Idola siswa, dambaan para orangtua

Sekolah yang bermutu
Tidak takut kekurangan siswa.
Sekolah yang bermutu
Tidak Mengenal PHK.