Kalau kita pernah belajar Need Analysis, kita akan tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu atau memilih sesuatu karena faktor kebutuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita yang akan memenuhi kebutuhan kita dan anak-anak kita akan pendidikan. Sampean dan saya setelah SMA atau SPG melanjutkan ke IKIP karena kita terdorong oleh kebutuhan kita untuk menjadi guru. Saya yakin banyak diantara sampean andaikata tes UMPTN ke ITS atau ITB pun waktu itu insyaaalloh (pakai syen) diterima. Kalau ada teman-teman kita yang menyekolahkan anak-anaknya di lembaga kita berarti mereka memiliki kebutuhan yang diyakininya dapat dipenuhi oleh lembaga kita ini. Semakin banyak siswa kita berarti semakin yakin orangtua bahwa kebutuhan pendidikan anaknya akan terpenuhi di lembaga ini and vice versa.
Begitu juga orang-orang yang menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbasis agama tertentu, kita harus memandangnya bahwa mereka memiliki needs yang tinggi terhadap nilai-nilai agama atau mereka memiliki cita-cita yang mereka yakini dapat terwujud bila bersekolah di sekolah yang berbasis agama. Saya sendiri insyaaalloh akan menyekolahkan anak saya di TK dan SD YPK. Saya sendiri ingin memberikan ilmu yang saya punya buat anak saya sehingga dia harus tetap bersama saya sampai lulus SD. Lalu mengapa hanya sampai SD karena saya akan mengarahkan anak saya untuk bercita-cita menjadi pendidik ilmu agama bukan dokter atau teknokrat. Sejak saat ini anak saya sudah saya " kudang " bahwa mudah-mudahan suatu saat dia bisa kuliah di Tripoli University- Libia atau Damascus University Syiria. Meski cita-citanya masuk kuliah di Libia, Libanon, Syiria, Maroko, Mesir atau Iran saya akan tetap menyekolahkan anak saya di lembaga ini bila lembaga kita ini bisa memenuhi kebutuhan untuk itu. Siap kah lembaga kita? Bila tidak, tentu saya akan mencari sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut semisal Nurul Jadid Paiton, Arrisalah Lirboyo, Gontor Ponorogo, Darrul Ulum atau Mambaul Ulum Jombang, dan Asysyafiiyah atau Darrunnajah Jakarta. ( Jare wong-wong NU lek sekolah utowo golek ilmu iku tujuane mung ngalap barokah ora keno digawe gagah-gagahan utowo bangga-banggaan).
Jadi, mari kita lihat setiap pilihan orang sebagai upaya mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka lah yang mengetahui kebutuhan mereka dan mereka pula yang tahu bagaimana agar kebutuhan tersebut terpenuhi.
Kita sebagai pemiliki suatu lembaga pendidikan sudah semestinya melakukan need analysis tersebut setiap saat agar apa yang akan kita berikan kepada siswa dan orangtua siswa benar-benar sesuatu yang mereka butuhkan. Pertanyaannya: "Siapa yang sudah melakukan need analysis tersebut di lembaga kita ini dan apa hasilnya?". Mari kita tunggu di akhir tahun pelajaran 2008/2009 ini.
Wallohu A'lam
Achmad Riwayadi
Kami adalah
- PEACE YPK
- kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Minggu, 12 April 2009
Selasa, 07 April 2009
Karena Cintanya pada Lembaga ini
Didorong oleh trenyuhnya
Tiga teman yang menyekolahkan
Buah hatinya di Asy. Syamil
di saat yang kontradiksi seperti sekarang ini
Rasa Nasionalisme pun mulai menggelora
Kebanggaannya pada lembaga ini
Loyalitasnya pada lembaga ini
Kecintaannya pada lembaga ini
Demi masa depan diri dan lembaganya ini
Saudara kita , teman kita, sahabat kita
Yth. Bapak Witoyo . . . .
Pada tahun pelajaran 2009-2010
Akan memindahkan putra kesayangannya
yang sekarang kelas 1 SD Negeri.
Akan segera dipindahkan di SD YPK
pada tahun pelajaran baru ini.
Lebih Cepat . . . . . . .
Lebih Baik.
Ayo siapa menyusul ?
(Ki Ngenes )
Tiga teman yang menyekolahkan
Buah hatinya di Asy. Syamil
di saat yang kontradiksi seperti sekarang ini
Rasa Nasionalisme pun mulai menggelora
Kebanggaannya pada lembaga ini
Loyalitasnya pada lembaga ini
Kecintaannya pada lembaga ini
Demi masa depan diri dan lembaganya ini
Saudara kita , teman kita, sahabat kita
Yth. Bapak Witoyo . . . .
Pada tahun pelajaran 2009-2010
Akan memindahkan putra kesayangannya
yang sekarang kelas 1 SD Negeri.
Akan segera dipindahkan di SD YPK
pada tahun pelajaran baru ini.
Lebih Cepat . . . . . . .
Lebih Baik.
Ayo siapa menyusul ?
(Ki Ngenes )
Aneh tapi Nyata
Untuk si Aneh
Pertanyaannya :
1. Apakah ada anak guru TK Baiturahman yang menyekolahkan anaknya ke TK yayasan ini ?
2. Apakah ada anak guru TK / SD Yabis yang menyekolahkan anaknya ke TK/SD yayasan ini ?
3. Apakah ada anak guru SD Asy Syamil yang menyekolahkan anaknya ke TK/SD yayasan ini ?
Kalau jawabannya tidak ada = Karena mereka bangga dengan yayasannya
Kalau jawabannya ada = Karena yayasan kita masih lebih Hebat di pandang mereka.
1. Apakah ada anak guru yayasan ini yang menyekolahkan anaknya ke TK / SD yayasan lain ( sekolah berbasis agama ) ?
Kalau jawabannya tidak ada = Karena mereka bangga dengan yayasannya sendiri
Kalau jawabannya ada = Karena masih belum berkenan di hati
Pertanyaannya :
1. Apakah ada anak guru TK Baiturahman yang menyekolahkan anaknya ke TK yayasan ini ?
2. Apakah ada anak guru TK / SD Yabis yang menyekolahkan anaknya ke TK/SD yayasan ini ?
3. Apakah ada anak guru SD Asy Syamil yang menyekolahkan anaknya ke TK/SD yayasan ini ?
Kalau jawabannya tidak ada = Karena mereka bangga dengan yayasannya
Kalau jawabannya ada = Karena yayasan kita masih lebih Hebat di pandang mereka.
1. Apakah ada anak guru yayasan ini yang menyekolahkan anaknya ke TK / SD yayasan lain ( sekolah berbasis agama ) ?
Kalau jawabannya tidak ada = Karena mereka bangga dengan yayasannya sendiri
Kalau jawabannya ada = Karena masih belum berkenan di hati
2. Kalau menyekolahkan ke sekolah negeri ? Karena dekat rumah atau gratislah
(P. Mamat )
Bukan sekedar melirik, tapi Kepencut !
Bukan hanya sekedar melirik . . . . ., tetapi memang benar-benar tertarik.
Buktinya saat kondisi lembaga kita yang kekurangan murid khususnya TK dan SD,
Masih ada saja guru di lembaga ini yang mendaftarkan anaknya ke Asy Syamil
di tahun pelajaran baru 2009-2010 ini ( siswa baru kelas 1 ).
Ada 3 anak udah daftar ulang , yang lain masih misterius, tunggu perkembangan.
Tidak terbayangkan bagaimana ya, saat mereka menjemput putranya di sekolah
dengan memakai baju seragam kebanggaan lembaga ini.
Kayaknya risih atau malu ya ?
Atau putranya diantarkan ke sekolah lembaga kebanggaan kita dengan mobil jembutannya.
Khayaknya mata memandang janggal, lucu, aneh tapi nyata,
Saat kondisi lembaga tempat mengabdi membutuhkan /mencari murid.
Ehhhhhhh, ini malah anaknya sendiri sekolah di luar., yang konon sekolah
yang berbasis agama yang lagi moncer.
Kita butuh kepekaan di saat yang sulit seperti ini, tersulit dari sebelumnya.
Hidup di negri sendiri akan lebih bermakna, dari pada hidup di negri orang.
Bangga pada produk sendiri akan lebih bermakna dari pada produk Amerika.
Saat sulit begini, menyekolahkan di sekolah tempat kita mengabdi
akan lebih bermakna dari pada ke sekolah lain (sekolah Berbasis Agama).
Buktikan kebanggaanmu, buktikan Merahmu/ Nyalimu !
Cinta lembaga, Cinta Masa Depan (Si Aneh ).
Sebaiknya pimpinan sekolah, menggali data atas motivasinya menyekolahkan di lembaga lain.
sebagai masukan untuk mengembangkan program sekolah.
Buktinya saat kondisi lembaga kita yang kekurangan murid khususnya TK dan SD,
Masih ada saja guru di lembaga ini yang mendaftarkan anaknya ke Asy Syamil
di tahun pelajaran baru 2009-2010 ini ( siswa baru kelas 1 ).
Ada 3 anak udah daftar ulang , yang lain masih misterius, tunggu perkembangan.
Tidak terbayangkan bagaimana ya, saat mereka menjemput putranya di sekolah
dengan memakai baju seragam kebanggaan lembaga ini.
Kayaknya risih atau malu ya ?
Atau putranya diantarkan ke sekolah lembaga kebanggaan kita dengan mobil jembutannya.
Khayaknya mata memandang janggal, lucu, aneh tapi nyata,
Saat kondisi lembaga tempat mengabdi membutuhkan /mencari murid.
Ehhhhhhh, ini malah anaknya sendiri sekolah di luar., yang konon sekolah
yang berbasis agama yang lagi moncer.
Kita butuh kepekaan di saat yang sulit seperti ini, tersulit dari sebelumnya.
Hidup di negri sendiri akan lebih bermakna, dari pada hidup di negri orang.
Bangga pada produk sendiri akan lebih bermakna dari pada produk Amerika.
Saat sulit begini, menyekolahkan di sekolah tempat kita mengabdi
akan lebih bermakna dari pada ke sekolah lain (sekolah Berbasis Agama).
Buktikan kebanggaanmu, buktikan Merahmu/ Nyalimu !
Cinta lembaga, Cinta Masa Depan (Si Aneh ).
Sebaiknya pimpinan sekolah, menggali data atas motivasinya menyekolahkan di lembaga lain.
sebagai masukan untuk mengembangkan program sekolah.
Senin, 06 April 2009
Melirik Sekolah Berbasis Agama
Ketika masyarakat melirik sekolah berbasis agama, mereka berbondong-bondong menitipkan buah hatinya meskipun dengan biaya mahal sekalipun. Mereka tidak melihat sekolahnya baru atau tanpa menorehkan prestasi akademikpun. Sebagian mereka beralasan dengan belajar di sekolah agama, diharapkan anak akan memiliki pondasi akhlak dan moral agama yang kuat menghadapi derasnya arus kehidupan yang keras.
Mari kita tengok Asy Syamil, ibarat adik paling muda, kelasnya dari tahun ke tahun terus bertambah, tahun ini kelas 1 ada 4 kelas, tahun pelajaran baru nanti entah berapa kelas ? Yabis sebagai adik tertua tentu tidak kalah. Yayasan Baiturahman adik nomor dua yang sekarang baru membuka Play group dan TK A – TK B dengan sekolah alamnya. Pertanyaaannya bagaimana seandainya pada tahun pelajaran baru ini Yayasan Baiturahman juga mulai membuka SD dan atau SMP ?
Yayasan Hidayatullah Bontang tidak kalah pamornya di tengah masyarakat dengan manajemen yang semakin modern. Mereka membuka TK, SD, SMP, SMA berbasis Taukid serta sekolah Guru TK.
Untuk itulah dibutuhkan kepekaan, kejelian kita untuk lebih memahami harapan, keinginan, dan tuntutan sebagian besar orantua siswa jaman sekarang ? Produk apa yang dapat kita andalkan di awal tahun pelajaran baru nanti, yang diharapkan dapat menaruh minat dan keyakinan para orangtua, bahwa mereka merasa tidak terpaksa/ menyesal menyekolahkan putra-putrinya di lembaga ini ( merasa bangga ).
Mari Kita bersama bergerak cepat.
(Houya SD)
Mari kita tengok Asy Syamil, ibarat adik paling muda, kelasnya dari tahun ke tahun terus bertambah, tahun ini kelas 1 ada 4 kelas, tahun pelajaran baru nanti entah berapa kelas ? Yabis sebagai adik tertua tentu tidak kalah. Yayasan Baiturahman adik nomor dua yang sekarang baru membuka Play group dan TK A – TK B dengan sekolah alamnya. Pertanyaaannya bagaimana seandainya pada tahun pelajaran baru ini Yayasan Baiturahman juga mulai membuka SD dan atau SMP ?
Yayasan Hidayatullah Bontang tidak kalah pamornya di tengah masyarakat dengan manajemen yang semakin modern. Mereka membuka TK, SD, SMP, SMA berbasis Taukid serta sekolah Guru TK.
Untuk itulah dibutuhkan kepekaan, kejelian kita untuk lebih memahami harapan, keinginan, dan tuntutan sebagian besar orantua siswa jaman sekarang ? Produk apa yang dapat kita andalkan di awal tahun pelajaran baru nanti, yang diharapkan dapat menaruh minat dan keyakinan para orangtua, bahwa mereka merasa tidak terpaksa/ menyesal menyekolahkan putra-putrinya di lembaga ini ( merasa bangga ).
Mari Kita bersama bergerak cepat.
(Houya SD)
Langganan:
Postingan (Atom)