Kami adalah
- PEACE YPK
- kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Minggu, 07 Juni 2009
Mohon Doa Restu
Sabtu, 06 Juni 2009
Peace, Love and Believe for My Students
My Pupil, kami selalu ingat kalian,
do'apun selalu kami panjatkan.
Harapku, selalulah kalian berteman,
pada semua insan.
salam,
pakne xialim cakdin
ujian telah usai
Inilah detik-detik yang menegangkan bagi sebagaian besar keluarga Yayasan Pupuk Kaltim tercinta.Uas, unas, ujian semester genap telah usai, detik-detik penentuan tinggal beberapa hari lagi.
Sebagian besar mantan siswa kelas XII sudah beralih profesi sebagai mahasiswa, kami semua guru, karyawan, teman, dan semua warga YPK mengucapkan selamat, semoga kalian di tempat baru bisa lebih baik.
Liburan panjang menghadang, persiapkan modal, tenaga, dan mental agar semua lancar. Jagalah sikap kita di segala tempat (sopan santun,buang sampah pada tempatnya, antri jangan berebut, dan yang utama tingkatkan ibadah pada Tuhan Yang Maha Kuasa)
Do'a kami semoga semua berhasil sesuai yang dicita, cinta, dan citrakan selama ini, mohon maaf jika selama ini kami mempunyai kekurangan dan khilaf baik yang kami sengaja maupun tidak, semoga Tuhan selalu melimpahklan RahmatNya pada kita semua.
Kami keluarga YPK satu dalam makna,...
pakne xialim cakdin
Minggu, 31 Mei 2009
Mengenal lebih dekat tentang Bimbingan Konseling
Secara umum tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling adalah :
1. Untuk membantu siswa mengenal diri dan lingkungannya (bimbingan pribadi dan sosial)
2. Mewujudkan dan mengembangkan potensi diri (bimbingan belajar dan karier)
3. Mengembangkan minat dan cita-cita (bimbingan karier )
4. Mengenal masalah/kesulitan yang dialami ((bimbingan pribadi, sosial)
5. Memecahkan sendiri masalah yang dialami secara realistis (bimbingan pribadi)
6. Mampu membuat pilihan serta keputusan untuk dirinya sendiri (bimbingan pribadi)
Idealnya porsi pemberian bimbingan dari masing-masing jenjang (menurut skala prioritas) :
1. S D = Lebih menekankan pada bimbingan belajar (1 ), bimbingan sosial(2), dan bimbingan pribadi(3), dan bimbingan karier ( 4)
2. SMP = Lebih menekankan pada bimbingan sosial (1), bimbingan pribadi(2), bimbingan belajar(3) dan bimbingan ( karier).
3. SMA = lebih menekankan pad bimbingan karier( 1), bimbingan pribadi (2), bimbingan sosial (3 ), dan bimbingan belajar (4 )
KEGIATAN LAYANAN :
1. Layanan Informasi :
Memberikan keterangan/penjelasan yang dibutuhkan siswa mengenai berbagai info tentang pribadi,sosial, belajar dan karier.Informasi disajikan melalui bimbingan di kelas,media papan bimbingan ,brosur,buku ,majalah dsb.
2. Layanan Konseling
Memberikan layanan konseling secara pribadi(tatap muka secara langsung dengan konselor secara pribadi )maupun secara kelompok kecil untuk membahas masalah yang dihadapi,sehingga memperoleh penyelesaian yang tepat,serta komitmen untuk selalu menjaga kerahasiaan masalah.Bidang permasalahan yang ditangani meliputi:masalah pribadi,sosial,belajar,dan
karier.
3. Layanan Bimbingan Kelompok
Memberikan layanan bimbingan secara
kelompok kepada siswa dalam pengembangan pribadi,kemampuan hubungan sosial,belajar
dan karier melalui kegiatan dinamika kelompok.,yang disajikan melalui metode:
diskusi kelompok,permainan simulasi,bermain peran,karyawisata,homeroom,dan
mendatangkan nara sumber.
4. Layanan Penempatan/Penyaluran Potensi
Memberikan bantuan kepada siswa dalam memperoleh penempatan/penyaluran yang
tepat sesuai dengan kondisi pribadi siswa dan untuk memperoleh kesempatan mengembang
kan potensinya secara optimal melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.Misalnya :penempatan /penyaluran bakat, minat siswa melalui pengembangan diri (ekstrakurikuler ).
5. Layanan Konsultasi
Memberikan bantuan kepada siswa dalam memperoleh wawasan pemahaman dan cara-
cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani masalah/kondisi siswa.
6. Layanan Mediasi
Memberikan bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan /memperbaiki hubungan antar siswa yang mengalami konflik(masalah).
7. Layanan kepustakaan BK
Memberikan pelayanan dalam menyediakan berbagai bahan pustaka yang dibutuhkan siswa dalam pengembangan diri, kemampuan sosial,kegiatan belajar dan karier.
8. Layanan Refferal
Memberikan layanan dalam pelimpahan permasalahan siswa kepada pihak/lembaga yang berwenang baik internal maupun eksternal agar siswa mendapatkan pemecahan masalah yang memadai, misalnya:psikolog,psikiater,dokter.
9. Layanan Pemahaman Diri
Memberikan layanan melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat mengenali,memahami dan menerima keadaan dirinya sendiri, baik yang bersifat kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan secara realistis,dengan menggunakan teknik tes psikologi maupun teknik non testing. Misalnya : DCM(daftar cek masalah), tes studi habits, sosiometri,Who Am I, tes minat,tes kesadaran diri dsb.
PROSEDUR PEMANFAATAN LAYANAN B K :
1. Siswa menemui wali kelas untuk meminta rekomendasi dalam pemanfaatan layanan BK.
2. Siswa datang langsung ke ruang BK atas kesadaran/inisiatif sendiri(tanpa melalui wali kelas).
3. Orang tua datang langsung /membuat janji untuk memanfaatkan layanan BK.
4. Siswa dapat memilih/menentukan sendiri konselor yang dikehendaki dalam melakukan konseling.
PADA SAAT KAPAN SISWA MEMBUTUHKAN LAYANAN B K :
1. Ketika siswa merasa membutuhkan informasi yang berkaitan dengan belajar di sekolah.
2. Ketika siswa merasa ragu, bingung dengan keputusan di sekolah.
3. Ketika siswa memiliki masalah tentang perkembangan prestasi belajar di sekolah.
4. Dan problem lain yang berhubungan dengan masalah di rumah dan d sekolah.
1 Lagi dari Houya
Rabu, 27 Mei 2009
Dijamin Mutunya Terjamin
Sebenarnya betapapun hebatnya jaminan dari sekolah, apabila tidak ada dukungan dari para orangtua siswa (artinya memberdayakan peran orangtua) maka hasilnya tidak akan kentara. Inilah sebenarnya mungkin yang terlupakan dari pemikiran Pak Masruri tentang membangun tradisi mutu sekolah yang tidak menyinggung sama sekali peranan dari fihak orangtua di rumah dalam mengembangkan potensi (prestasi) siswa secara optimal. Saya ibaratkan seperti sepeda roda 3, posisi anak pada roda di depan dan pisisi sekolah dan orangtua berada pada kedua roda di belakang. Tanpa adanya keselarasan, keharmonisan hubungan yang berupa dukungan, kepercayaan, dan kerja sama yang baik dari kedua roda di belakang , maka sepeda tersebut ( anak ) akan berjalan timpang (pincang), menemui banyak hambatan, dan tak berdaya untuk melakukan /mengembangkan kemampuannya. Kita tahu bahwa waktu yang dihabiskan anak di sekolah sekitar 6 jam, dan selebihnya di rumah dan di masyarakat. Disinilah kelemahan pada umumnya sekolah di negri ini yang kurang memberdayakan peranan orangtua untuk kemajuan prestasi belajar putra-putrinya sekaligus dampaknya bagi peningkatan kemajuan (prestasi) sekolah.
Usulan penulis :
Buat jaminan mutu sekolah yang mengikut sertakan(melibatkan di dalamnya sekolah (guru) dan orangtua untuk mengambil peran dan tanggungjawabnya masing-masing secara terperinci/terjabarkan, sehingga mudah untuk dipahami bersama. Buat kontrak komitment yang disaksikan oleh para guru dan orangtua untuk bertanggungjawab melaksanakan peranannya masing-masing.
Misalnya ; tentang kedisiplian : peran guru selain menegakkan peraturan sekolah juga harus menegakkan kedisiplinan untuk diri sendiri ( datang tidak terlambat, masuk kelas tidak telatan, keluar kelas tidak disikan dsb). Dari pihak orangtua: Menerapkan kedisiplinan dalam belajar di rumah, pekerjaan rumah, berangkat ke sekolah tidak terlambat, berpakaian seragam lengkap dsb.
Jaminan Mutu Sekolah sebaiknya bukan hanya ide dari fihak sekolah. Para orangtua sebaiknya juga diberi kesempatan untuk memberikan aspirasinya, masukannya, unek-uneknya terhadap peningkatan pelayanan dan mutu sekolah. Kemudian melakukan kontrak komitmen bersama untuk melakukan tugas dan tanggungjawabnya (sesuai dengan peranan dan posisinya masing-masing ). Intinya disini adalah memberdayakan/melibatkan peranan orangtua untuk tujuan mulia masa depan putra-putrinya.
Melihat kembali contoh 10 jaminan mutu lulusan SD dari Pak Masruri : sadar sholat, berbakti pada orangtua, disiplin waktu, percaya diri, senang membaca perilaku social yang baik, berbudaya sehat dan bersih, tuntas 5 bidang studi nilai 8, kemampuan membaca efektif, dan kemampuan komunikasi lancar dan baik. Empat jaminan diantaranya ternyata memang sudah menjadi bagian dari materi / target dari kegiatan layanan bimbingan dan konseling yaitu : Pemgembangan diri Kepercayaan diri, teknik membaca cepat dan efektif , dan kemampuan berkomunikasi lancar dan baik.
Bagaimana cara mengoptimalkan target jaminan mutu sekolah ?
Dengan membuat program-program sekolah yang mengarah ke target jaminan tersebut. Dengan mengoptimalkan masing-masing layanan di sekolah : layanan perpustakaan buat program bagaimana anak senang membaca, layanan di kelas(masing-guru punya programnya), layanan kantin, layanan UKS, layanan BK ( intinya masing-masing membuat program yang mengarah kepada jaminan mutu diatas).
Satu lagi dari houya.