Aturan Permainan :
a. Semua guru boleh bikin, tukang sapu boleh nyambung, pimpinan sekolah monggo dipersilahkan.
b. Yang masih sibuk ngoreksi cepat ya nongol di permaian ini.
c. Yang masih ngoceh di kelas, keluarlah tepat bel berbunyi, ojo ninggalin kelas terus . . . .
d. Yang suka main game cepatlah beralih ke permainan ini.
e. Hadiahnya masih nunggu, kalau ada sponsor.
Saya mulai ya puisi berantainya :
Dalam Situasi Begini . . . .
Berpikir NEGATIF, pesimis, apatis sudah pasti menyiksa diri.
Dalam Situasi Begini . . . .
Berpikir POSITIF, optimis, jaga spirit, Ceria sudah pasti menyenangkan hati
Dalam Situasi Begini . . .
Perlunya Kita Membangun Ikatan Emosi.
Dalam Situasi Begini . . . .
Perlunya Kita Membangun Empati
Dalam Situasi Begini . . .
Sepatutnya Menjaga diri dari Depresi.
Dalam Situasi Begini . . .
. . . . . . . . . . . . . .( mohon pembaca diteruskan bersambung dan bersambung ).
Dari : Pencetus Game Refleksi Diri
Kami adalah
- PEACE YPK
- kami adalah pengabdi pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Senin, 23 Maret 2009
INILAH PERLUNYA PAPAN REKLAME PRESTASI
Tidak semua murid tahu . . . .
Tidak semua guru tahu . . . .
Tidak semua orangtua siswa tahu . . .
Ternyata Kita masih punya nyali
Anak-anak kita bisa berprestasi
Dalam kondisi yang begini . . . . . .
Tahukan Kita, guru, orangtua, masyarakat . . .. .
Kalau dalam minggu ini
Guru dan anak-anak kita bisa mengharumkan nama lembaga ini ?
1. Lomba Astramatika di Unmul :
a. SD- 1 YPK juara harapan 2
b. SMP YPK juara 3
c. SMA YPK harapan 2 dan harapan 3
2. Lomba Sains Fisika di Unmul :
a. SD-1 YPK juara harapan 1
3. Lomba Bulu tangkis usia dini se Bontang :
a. SD-1 YPK juara 1.
Kesimpulan :
a. Apakah dengan prestasi tersebut kita museumkan begitu saja ?
b. Waktu , tenaga pikiran, dan biaya yang tentu saja tak ternilai.
c. Apakah tidak ada pikiran untuk di sosialisasikan kepada semua orangtua murid
dan masayarakat tentang prestasi ini ?
d. Itulah latar belakang kami mengusulkan pembuatan papan reklame prestasi sekolah
untuk dipanjang di area Koperasi PKT, perempatan SD-1, dsb.
e. Tujuannya agar masyarakatan tahu, dan inilah sebenarnya harga jual lembaga ini
agar tetap di hati para pelanggang Kita.
f. Kumpulkan para ekonom lembaga ini untuk mengupas masalah marketing,
strategi pemasaran, bagaimana mengemas produk-produk agar menarik dan mempesona
para orangtua muridnya.
DARI : SD KITA MAS
GOOOOO . . . .Siiiiip !
Memang Asyik !
Banyak orang yang lebih suka percaya pada GOSIP, isu, atau desas-desus tentang sesuatu hal atau orang lain, dari pada percaya tentang berita positif tentang orang lain.
Jika seseorang bercerita tentang keberhasilan, perbuatan baik/ kebaikan, dan keistimewaan orang lain, hal itu didengarkan, tetapi tidak banyak ditanggapi, didengar seperti angin lalu, dan . . . ., sesudah itu selesai.
Tetapi jika seseorang berbicara tentang : Hal negatif tentang orang lain para pendengar mulai memasang kuping, membuka lebar-lebar, ”Karena ini pasti cerita menarik!” Lalu, itu disimpan lama dalam pikiran,
alam bawah sadarnya, lantas diceritakan lagi pada orang lain, dan orang yang lain menceritakannya pada orang yang lainnya lagi. Lagi, lagi, dan lagi. Demikian seterusnya . . . . . .
Sampai kepada orang yang sadar dan menyadari bahwa kebiasaan- perbuatan gosiiip itu tidak dibenarkan oleh agamanya (berprasangka buruk pada orang lain ). Sementara orang lain merasa ini adalah hobbi. Apa untungnya . . . . . Kita berbicara negatif tentang orang lain ? Itu hanya merugikan diri sendiri, dan orang lain. Bagaimana kalau gosip itu menimpa diri kita sendiri ? dan gosip itu tidak benar, dan memang hanya dibuat-buat untuk menjatuhkan orang lain atau dibesar-besarkan oleh orang yang memang tak senang dengan orang itu ? Atau bagaimana kalau gosip itu ternyata tidak menyangkut orang itu, tetapi orang lain ? Begitu kompleksnya dan bahayanya GOSIP itu bagi orang lain. Ibarat VIRUS, gosip itu perusak, penghambat, pengacau, yang dapat menghancurkan lingkungan yang sudah kondusif, aman, dan harmonis. Mari kita lawan kebiasaan ngegosiip dengan saling intropeksi diri, merefleksi diri. ”Apa sebenarnya sih yang kita banggakan ?”
Maka hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan.
Jika Kita mendengar GOSIP :
1. Jangan langsung mempercayai gosip itu sekalipun itu dikatakan oleh orang yang kita kenal, dekat dengan kita, ataupun oleh orang kepercayaan kita atau keluarga kita.
2. Jangan menambahkan lagi keburukan orang yang kena gosip itu dengan pengalaman kita atau orang lain tentang dia.
3. Tak perlu menceritakan kepada orang lain lagi gosip itu jangan sampai Anda kena batunya.
4. Tak perlu menganggap serius gosip itu, dan tak perlu banyak dikomentari.
5. Tunjukkan pada orang lain bahwa Anda tak suka gosip, itu akan mendidik mereka.
6. Jangan terbiasakan diri bertanya - tanya tentang hal-hal negatif orang lain.
7. Jika ada teman yang berbuat kesalahan, bantulah orang tersebut, jangan gosipkan keburukannya. Janganlah ambil bagian dalam KEJAHATAN GOSIP.
8. Ingat, KEBIASAAN NGEGOSIPIN REKAN KERJA DI TEMPAT KERJA, SAMA DENGAN MERUNTUHKAN, MENGACAUKAN, MENCERAI BERAIKAN, DAN MEMUTUSKAN TALI PERSAUDARAAN.
9. Dalam Agama , dilarang juga khan ?
DICERNA DARI BERBAGAI SUMBER.
SUPRIHOU SD. KITA
Banyak orang yang lebih suka percaya pada GOSIP, isu, atau desas-desus tentang sesuatu hal atau orang lain, dari pada percaya tentang berita positif tentang orang lain.
Jika seseorang bercerita tentang keberhasilan, perbuatan baik/ kebaikan, dan keistimewaan orang lain, hal itu didengarkan, tetapi tidak banyak ditanggapi, didengar seperti angin lalu, dan . . . ., sesudah itu selesai.
Tetapi jika seseorang berbicara tentang : Hal negatif tentang orang lain para pendengar mulai memasang kuping, membuka lebar-lebar, ”Karena ini pasti cerita menarik!” Lalu, itu disimpan lama dalam pikiran,
alam bawah sadarnya, lantas diceritakan lagi pada orang lain, dan orang yang lain menceritakannya pada orang yang lainnya lagi. Lagi, lagi, dan lagi. Demikian seterusnya . . . . . .
Sampai kepada orang yang sadar dan menyadari bahwa kebiasaan- perbuatan gosiiip itu tidak dibenarkan oleh agamanya (berprasangka buruk pada orang lain ). Sementara orang lain merasa ini adalah hobbi. Apa untungnya . . . . . Kita berbicara negatif tentang orang lain ? Itu hanya merugikan diri sendiri, dan orang lain. Bagaimana kalau gosip itu menimpa diri kita sendiri ? dan gosip itu tidak benar, dan memang hanya dibuat-buat untuk menjatuhkan orang lain atau dibesar-besarkan oleh orang yang memang tak senang dengan orang itu ? Atau bagaimana kalau gosip itu ternyata tidak menyangkut orang itu, tetapi orang lain ? Begitu kompleksnya dan bahayanya GOSIP itu bagi orang lain. Ibarat VIRUS, gosip itu perusak, penghambat, pengacau, yang dapat menghancurkan lingkungan yang sudah kondusif, aman, dan harmonis. Mari kita lawan kebiasaan ngegosiip dengan saling intropeksi diri, merefleksi diri. ”Apa sebenarnya sih yang kita banggakan ?”
Maka hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan.
Jika Kita mendengar GOSIP :
1. Jangan langsung mempercayai gosip itu sekalipun itu dikatakan oleh orang yang kita kenal, dekat dengan kita, ataupun oleh orang kepercayaan kita atau keluarga kita.
2. Jangan menambahkan lagi keburukan orang yang kena gosip itu dengan pengalaman kita atau orang lain tentang dia.
3. Tak perlu menceritakan kepada orang lain lagi gosip itu jangan sampai Anda kena batunya.
4. Tak perlu menganggap serius gosip itu, dan tak perlu banyak dikomentari.
5. Tunjukkan pada orang lain bahwa Anda tak suka gosip, itu akan mendidik mereka.
6. Jangan terbiasakan diri bertanya - tanya tentang hal-hal negatif orang lain.
7. Jika ada teman yang berbuat kesalahan, bantulah orang tersebut, jangan gosipkan keburukannya. Janganlah ambil bagian dalam KEJAHATAN GOSIP.
8. Ingat, KEBIASAAN NGEGOSIPIN REKAN KERJA DI TEMPAT KERJA, SAMA DENGAN MERUNTUHKAN, MENGACAUKAN, MENCERAI BERAIKAN, DAN MEMUTUSKAN TALI PERSAUDARAAN.
9. Dalam Agama , dilarang juga khan ?
DICERNA DARI BERBAGAI SUMBER.
SUPRIHOU SD. KITA
Kamis, 19 Maret 2009
MAAF, SAYA TERLALU BERHARAP
Acara seminar yang disampaikan Pak Masruri mengenai Profesionalisme Guru dan Membangun Tradisi Mutu Sekolah sebenarnya cukup memberi pencerahan dan menggugah semangat guru-guru YPK meskipun setelah acara tersebut banyak juga guru yang tadinya mulai tercerahkan dan semangat menjadi patah semangat setelah mendengarkan penjelasan Ketua YPK mengenai keadaan YPK yang sangat memprihatinkan. Setelah seminar saya kembali ke kantor dan lewat di depan aula SMA tertulis spanduk " Pelatihan Leadership dan Managemen Sekolah" untuk seluruh pimpinan mulai dari Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah dan Kepala Bidang.
Tadinya saya mengira formatnya adalah mengumpulkan seluruh Majelis Pimpinan Sekolah untuk membuat rencana strategis YPK menghadapi keadaan yang semakin sulit ini yang dibimbing langsung oleh Pak Masruri. Saya membayangkan seluruh Majelis Pimpinan Sekolah berkumpul bersama, berdiskusi, dan berfikir bersama menyiapkan strategi-strategi untuk:
Saya sangat sedih, karena bayangan saya tadi hanyalah ilusi saya semata. Ternyata bentuk pelatihannya sama dengan pelatihan yang sudah-sudah seperti yang pernah diberikan oleh PPM Jakarta atau Alkon Surabaya. Saya tidak mengatakan pelatihan tersebut tidak penting. Saya mengatakan PENTING. Saya membaca materi diktat yang diberikan juga sangat mirip dengan yang dari PPM. Isinya adalah teori-teori manajemen dan komunikasi efektif serta teori-teori kepemimpinan beserta game-gamenya. Saya bisa mengatakan teman saya Sugianto (ETC) dan Agus Ikhwan M (SMA) bukan hanya menguasai materi seperti itu tetapi sudah menerapkannya selama ini.
Ibarat tim sepakbola kita semua (guru YPK) sudah berada di ruang ganti siap memasuki lapangan yang hanya tinggal beberapa menit lagi pertandingan dimulai. Waktunya kita mendengarkan strategi yang akan dimainkan pelatih dan manajer tim. Kalau lawan kita menggunakan pola 4-3-3 dengan memasang 3 striker, kita harus siap dengan pola 4-4-2 atau 4-5-1-1 karena kita bermain di kandang lawan. Jelas bukan waktunya lagi untuk latihan dul - dul-an, sepak-sepak-an, atau latihan lempar bola.
Katanya pelatihan ini akan ditambah satu hari untuk menyusun anggaran. Saya hanya bisa berharap pelatihan tersebut benar-benar menghasilkan sebuah "amal" yang berdampak positif kepada guru-guru seperti kita dan tidak hanya menghasilkan "ilmu" sekejab lalu hilang tak berbekas. Bagaimana kalau setelah pelatihan tersebut kita minta dengan segala hormat pimpinan kita (Kepala Sekolah) di masing-masing unit untuk mempresentasikan hasil pelatihan tersebut agar kita mendapat cipratan "barakahnya"? SETUJU?
Tolong dikomentari usulan saya.
Terimakasih.
Achmad Riwayadi
Tadinya saya mengira formatnya adalah mengumpulkan seluruh Majelis Pimpinan Sekolah untuk membuat rencana strategis YPK menghadapi keadaan yang semakin sulit ini yang dibimbing langsung oleh Pak Masruri. Saya membayangkan seluruh Majelis Pimpinan Sekolah berkumpul bersama, berdiskusi, dan berfikir bersama menyiapkan strategi-strategi untuk:
- Meyakinkan orang tua bahwa dengan bersekolah di YPK anaknya akan menjadi pinter, trampil, dan taat beribadah.
- Meyakinkan masyarakat agar semakin banyak anak non PKT yang sekolah di YPK meskipun dengan membayar mahal.
- Menyatukan semua guru dan karyawan dengan sebuah visi dan misi baru menuju YPK Mandiri.
- Meningkatkan dedikasi dan kompetensi semua guru dan karyawan agar masyarakat semakin yakin bahwa YPK benar-benar terbaik.
- Mencari alternatif solusi jika banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya di YPK.
- Mencari solusi andaikata sampai terjadi PHK karena kelebihan jumlah guru.
- Meyakinkan teman-teman yang sudah mulai resah karena ketidakpastian ini.
- DSB, DSB, DLL, DLL
Saya sangat sedih, karena bayangan saya tadi hanyalah ilusi saya semata. Ternyata bentuk pelatihannya sama dengan pelatihan yang sudah-sudah seperti yang pernah diberikan oleh PPM Jakarta atau Alkon Surabaya. Saya tidak mengatakan pelatihan tersebut tidak penting. Saya mengatakan PENTING. Saya membaca materi diktat yang diberikan juga sangat mirip dengan yang dari PPM. Isinya adalah teori-teori manajemen dan komunikasi efektif serta teori-teori kepemimpinan beserta game-gamenya. Saya bisa mengatakan teman saya Sugianto (ETC) dan Agus Ikhwan M (SMA) bukan hanya menguasai materi seperti itu tetapi sudah menerapkannya selama ini.
Ibarat tim sepakbola kita semua (guru YPK) sudah berada di ruang ganti siap memasuki lapangan yang hanya tinggal beberapa menit lagi pertandingan dimulai. Waktunya kita mendengarkan strategi yang akan dimainkan pelatih dan manajer tim. Kalau lawan kita menggunakan pola 4-3-3 dengan memasang 3 striker, kita harus siap dengan pola 4-4-2 atau 4-5-1-1 karena kita bermain di kandang lawan. Jelas bukan waktunya lagi untuk latihan dul - dul-an, sepak-sepak-an, atau latihan lempar bola.
Katanya pelatihan ini akan ditambah satu hari untuk menyusun anggaran. Saya hanya bisa berharap pelatihan tersebut benar-benar menghasilkan sebuah "amal" yang berdampak positif kepada guru-guru seperti kita dan tidak hanya menghasilkan "ilmu" sekejab lalu hilang tak berbekas. Bagaimana kalau setelah pelatihan tersebut kita minta dengan segala hormat pimpinan kita (Kepala Sekolah) di masing-masing unit untuk mempresentasikan hasil pelatihan tersebut agar kita mendapat cipratan "barakahnya"? SETUJU?
Tolong dikomentari usulan saya.
Terimakasih.
Achmad Riwayadi
Rabu, 18 Maret 2009

KITA HARUS BERGERAK CEPAT
(Putar Otak, Peras Keringat, dan Kencangkan Ikat Pinggang).
Kita bukan lagi di era 80 an. Juga Bukan di tahun 90 an. Kita mengawali Tahun pelajaran 2009-2010 dengan penuh kecemasan, kekhawatiran, dan seakan tidak berdaya. Perubahan demi perubahan sudah di depan mata kita. Harapan, tuntutan, sekaligus tantangan sudah mulai menghantui kehidupan dan masa depan.. Tentu kita semua tidak ada yang berharap kita kembali ke jaman batu (kesusahan). Kita semua berkepentingan (guru, karyawan , dan pimpinan) memelihara denyut nadi di lembaga ini untuk tetap hidup, lebih terhormat dan bermartabat di mata masyarakat. Semua guru, karyawan, Korps, dan manajemen lembaga harus bersinergi, menjaga kekompakan, menggalang kebersamaan, dan keterbukaan (transparansi). Manajemen harus putar otak untuk mengembangkan program-program sekolah yang terasa manfaatnya oleh siswa dan orangtua, peras keringat bersatu padu tingkatkan pelayanan sekolah yang lebih bermutu, dan kencangkan ikat pinggang melalui penghematan anggaran di segala bidang keperluan, dari masalah yang paling kecil pemakaian kertas, listrik, pelatihan, batasi studi banding, meminimalkan perekutan, evaluasi program-program sekolah , sampai pada kesadaran menghemat biaya rumah sakit (pilek, pusing, mual, mampirlah di toko obat untuk mencoba bodrek, konimex atau influenza ).
Tahun pelajaran baru 2009-2010 ini kita memulai memasuki Jaman Baru di lembaga ini dengan berbagai macam kebijakan baru yang tidak perlu kami sebutkan di sini. Peningkatan biaya pendidikan harus dibarengi dengan “Peningkatan Pelayanan” di seluruh unit kerja, program-program sekolah harus benar-benar bermutu (melibatkan peran serta orangtua) dan dapat dirasakan langsung oleh siswa dan orangtua di masyarakat. Program ini harus dapat direalisasikan menjelang tahun pelajaran 2009-2010 ini untuk mereduksi/mengimbangi implikasi dari kenaikan biaya pendidikan di lembaga ini.
Usulan-usulan yang dapat kami tawarkan kepada manajemen di lembaga ini adalah sebagai berikut :
1. PERPUSTAKAAN KELILING ( Mobil minibus / bus kecil yang dimodifikasi ).
a. Menumbuhkan minat baca siswa dan orangtua siswa.
b.Optimalisasi penggunaan/pemanfaatan buku-buku perpustakaan yang dapat dirasakan langsung oleh siswa dan orangtua .
c. Sebagai sarana informasi dan promosi YPK (informasi kegiatan-kegiatan sekolah dan promosi prestasi siswa dan sekolah dari waktu ke waktu.
d. Orangtua dapat menyampaikan pesan, titipan, bayar SPP, dan masukan/ aspirasi bagi sekolah melalui petugas layanan mobil perpustakaan keliling ini.
e. Sekolah akan memberikan reward/penghargaan kepada siswa dan orangtua yang rajin berkunjung, meminjam buku-buku diperpustakaan keliling ini dengan hadiah yang menggiurkan misalnya, bukui, televisi, barang elektroniik bahkan hadiah sepeda motor ( dana dari sponsor).
f. Petugas layanan juga menjual makanan dan minuman ringan (untuk menarik minat).
g. Informasi-informasi sekolah dapat di sampaikan lewat layanan ini.
h. Areal yang dilewati mobil perpustakaan keliling sesuai dengan jadwal ( area PC VI, BTN 1 ,2, dan 3, BSD dsb ).
i. Waktu pelayanan di sesuaikan dengan kondisi dan keperluan , misalnya sore jam 14.00 s.d 17.30. Hari sabtu dan minggu jam 09.00 s.d 16.00.
· Usulan tersebut perlu dikaji lebih mendalam oleh orang-orang yang kompeten di lembaga ini termasuk dari segi kelebihan dan kerugiannya ).
· Setidaknya kita harus berani untuk mencoba. Jangan takut gagal. Sekarang jamannya inovasi baru, bukan sekedar teori melulu.
2. MEMBUKA KLINIK PENDIDIKAN / BIMBINGAN BELAJAR GRATIS DI LINGKUNGAN BTN / BSD ( rumah singgah )
a. Di area perumaham BTN, BSD banyak sekali bermunculan tempat-tempat les atau bimbingan belajar. Penomena ini harus segera kita tangkap dengan memberikan suatu layanan yang sifatnya Misi Sosial Lembaga (MSL) yang dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh siswa dan orangtua. Selain itu sebagai sarana informasi, transparansi antara kepentingan sekolah dan harapan, keinginan sebagian besar para orangtua terhadap lembaga ini.
b. Rumah singgah yang dapat kita manfaatkan adalah rumah-rumah milik lembaga ini yang berada di arena BSD.
c. Kita dapat menguji coba dengan memanfaatkan 1 rumah untuk digunakan sebagai rumah singgah untuk digunakan sebagai taman bimbingan belajar GRATIS untuk siswa kelas SD. Idealnya kita dapat membuka 3 rumah singgah untuk siswa SD, SMP, dan SMA lembaga.
d. Di dalam rumah singgah ini selain bimbingan belajar bidang studi yang disesuaikan dengan jadwal juga ada layanan tes psikologi , tes pemahaman diri (tidak standar), konsultasi akademis, internet gratis, juga membuka kantin kejujuran.
e. Petugasnya adalah guru-guru internal YPK yang rela, bersedia untuk memberikan bimbingan dengan perhitungan upah dapat kita kaji lebih mendalam.
f. Agar tidak membebani anggaran lembaga, kita dapat memikirkan kegiatan social ini dengan membuat proposal anggarana kepada perusahaan di lingkungan PKT, seperti, KMI, KPI, dan swasta (sponsor ).
g. Adapun kegiatan dari masing-masing rumah singgah (istilahnya klinik pendidikan / taman bimbingan belajar lembaga atau sebagainya adalah :
1. Taman bimbingan belajar tingkat TK – SD :
a. Kelas sempoa , aritmetika ( TK & SD kelas rendah )
b. Kelas mmbaca menulis permulaan (TK A dan TK B dan SD kelas 1)
c. Kelas matematika
d. Kelas IPA
e. Kelas bahasa Inggris
f. Kelas UMUM dsb.
· Kondisi belajarnya adalah semacam tutor sebaya yang dikendalikan, atau dibimbing oleh guru bidang studi.
· Disuaikan dengan jumlah peminat dan tingkatan kelas.
· Masing-masing kelas dilakukan seminggu sekali dsb.
2. Taman bimbingan belajar tingkat SMP :
a. Kelas matematika
b. Kelas IPA
c. Kelas IPS
d. Kelas Bahasa Inggris
e. Kelas umum dsb.
f. Disesuaikan dengan kebutuhan .
3. Taman bimbingan belajar tingkat SMA :
a. Kelas Matematika
b. kelas IPA
c. Kelas IPS. Dsb
d. Disesuaikan dengan kebutuhan.
3. PAPAN REKLAME PRESTASI SEKOLAH.
a. Dipajang di dalam atau di depan koperasi PKT, depan SD-1 dan depan SD-2 tepatnya dipinggir jalan besar secara semi permanent.
b. Prestasi sekolah dari masing-masing unit kerja dari mulai tahun pelajaran baru 2009-2010 sampai tahun pelajaran berikutnya ( 1 tahun terus menerus). Juga informasi-informasi penting sekolah semacam perlombaan sekolah, HUT YPK dsb.
c. Perlu ditangani secara khusus ( semacam team marketing ).
4. PRESENTASI DAN EVALUASI PROGRAM-PROGRAM SEKOLAH SECARA TERBUKA UNTUK MENGHADAPI TAHUN PELAJARAN BARU 2009-2010 ( dalam upaya untuk mencari masukan).
a. Presentasi dilakukan kepala sekolah dan wakilnya yang terbuka untuk umum (dilakukan di gedung pertemuan YPK )
b. Tujuannya untuk menggali segala masukan yang mungkin selama ini belum pernah terpikirkan .
c. Program –program sekolah harus dilaksanakan secara terpadu dan banyak melibatkan orangtua murid di dalammya ( contoh program unggulan SD sangat sesuai dengan kondisi sekarang adalah pentas seni di GOR dan Marching Band SD-2 ) yang banyak melibatkan banyak potensi dan orang tua di dalamnya (biaya dan tenaga ).
d. Optimalisasi pelayanan program-program yang sudah berjalan seperti kelas Model dengan guru yang benar-benar pilihan ( humanis, terbuka dan familier terhadap orangtua siswa) dan kelas akselerasi ( mengembangkan program pemahaman/pengembangan diri lewat ekstarkurikuler terpadu dan lebih meminimalkan kesan seakan-akan hanya memadatkan materi ).* biaya kedua program tersebut mahal jadi pelayanannya juga harus all out.
5. MEMBUKA KELAS TERPADU DI SD, SMP, DAN SMA ( MENGADOPSI KURIKULUM MADRASAH ).
a. Model pembayaran administrasi seperti kelas model.
b. Menambah kurikulum madrasah ( 3 bidang studi ).
c. Optimalisasi kecerdasan spiritual
d. Mewadahi harapan sebagian orangtua yang menginginkan putra-putrinya memiliki pemahaman agama yang lebih.
e.
6. MEMBUAT KONTRAK KOMITMEN (PENJAMINAN MUTU ) KEPADA ORANGTUA SISWA BARU (seluruh unit sekolah ).
a. Kegiatan ini dapat dilakukan saat masa orientasi/ sosialisasi kepada orangtua siswa baru.
b. Dalam kontrak komitmen ini juga akan mencantumkan komitmen pengawasan/bimbingan orangtua di rumah untuk mendukung peningkatan prestasi belajar siswa di sekolah.
c. Tujuannya untuk menyakinkan orangtua tentang keseriusan lembaga ini dalam mendidik/membimbing putra-putrinya di sekolah ini.
d. Dampak yang diharapkan orangtua semakin yakin, puas, dan semakin tumbuh kepercayaan pada lembaga ini.
DARI : SUPRIHOU SD.
(Putar Otak, Peras Keringat, dan Kencangkan Ikat Pinggang).
Kita bukan lagi di era 80 an. Juga Bukan di tahun 90 an. Kita mengawali Tahun pelajaran 2009-2010 dengan penuh kecemasan, kekhawatiran, dan seakan tidak berdaya. Perubahan demi perubahan sudah di depan mata kita. Harapan, tuntutan, sekaligus tantangan sudah mulai menghantui kehidupan dan masa depan.. Tentu kita semua tidak ada yang berharap kita kembali ke jaman batu (kesusahan). Kita semua berkepentingan (guru, karyawan , dan pimpinan) memelihara denyut nadi di lembaga ini untuk tetap hidup, lebih terhormat dan bermartabat di mata masyarakat. Semua guru, karyawan, Korps, dan manajemen lembaga harus bersinergi, menjaga kekompakan, menggalang kebersamaan, dan keterbukaan (transparansi). Manajemen harus putar otak untuk mengembangkan program-program sekolah yang terasa manfaatnya oleh siswa dan orangtua, peras keringat bersatu padu tingkatkan pelayanan sekolah yang lebih bermutu, dan kencangkan ikat pinggang melalui penghematan anggaran di segala bidang keperluan, dari masalah yang paling kecil pemakaian kertas, listrik, pelatihan, batasi studi banding, meminimalkan perekutan, evaluasi program-program sekolah , sampai pada kesadaran menghemat biaya rumah sakit (pilek, pusing, mual, mampirlah di toko obat untuk mencoba bodrek, konimex atau influenza ).
Tahun pelajaran baru 2009-2010 ini kita memulai memasuki Jaman Baru di lembaga ini dengan berbagai macam kebijakan baru yang tidak perlu kami sebutkan di sini. Peningkatan biaya pendidikan harus dibarengi dengan “Peningkatan Pelayanan” di seluruh unit kerja, program-program sekolah harus benar-benar bermutu (melibatkan peran serta orangtua) dan dapat dirasakan langsung oleh siswa dan orangtua di masyarakat. Program ini harus dapat direalisasikan menjelang tahun pelajaran 2009-2010 ini untuk mereduksi/mengimbangi implikasi dari kenaikan biaya pendidikan di lembaga ini.
Usulan-usulan yang dapat kami tawarkan kepada manajemen di lembaga ini adalah sebagai berikut :
1. PERPUSTAKAAN KELILING ( Mobil minibus / bus kecil yang dimodifikasi ).
a. Menumbuhkan minat baca siswa dan orangtua siswa.
b.Optimalisasi penggunaan/pemanfaatan buku-buku perpustakaan yang dapat dirasakan langsung oleh siswa dan orangtua .
c. Sebagai sarana informasi dan promosi YPK (informasi kegiatan-kegiatan sekolah dan promosi prestasi siswa dan sekolah dari waktu ke waktu.
d. Orangtua dapat menyampaikan pesan, titipan, bayar SPP, dan masukan/ aspirasi bagi sekolah melalui petugas layanan mobil perpustakaan keliling ini.
e. Sekolah akan memberikan reward/penghargaan kepada siswa dan orangtua yang rajin berkunjung, meminjam buku-buku diperpustakaan keliling ini dengan hadiah yang menggiurkan misalnya, bukui, televisi, barang elektroniik bahkan hadiah sepeda motor ( dana dari sponsor).
f. Petugas layanan juga menjual makanan dan minuman ringan (untuk menarik minat).
g. Informasi-informasi sekolah dapat di sampaikan lewat layanan ini.
h. Areal yang dilewati mobil perpustakaan keliling sesuai dengan jadwal ( area PC VI, BTN 1 ,2, dan 3, BSD dsb ).
i. Waktu pelayanan di sesuaikan dengan kondisi dan keperluan , misalnya sore jam 14.00 s.d 17.30. Hari sabtu dan minggu jam 09.00 s.d 16.00.
· Usulan tersebut perlu dikaji lebih mendalam oleh orang-orang yang kompeten di lembaga ini termasuk dari segi kelebihan dan kerugiannya ).
· Setidaknya kita harus berani untuk mencoba. Jangan takut gagal. Sekarang jamannya inovasi baru, bukan sekedar teori melulu.
2. MEMBUKA KLINIK PENDIDIKAN / BIMBINGAN BELAJAR GRATIS DI LINGKUNGAN BTN / BSD ( rumah singgah )
a. Di area perumaham BTN, BSD banyak sekali bermunculan tempat-tempat les atau bimbingan belajar. Penomena ini harus segera kita tangkap dengan memberikan suatu layanan yang sifatnya Misi Sosial Lembaga (MSL) yang dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh siswa dan orangtua. Selain itu sebagai sarana informasi, transparansi antara kepentingan sekolah dan harapan, keinginan sebagian besar para orangtua terhadap lembaga ini.
b. Rumah singgah yang dapat kita manfaatkan adalah rumah-rumah milik lembaga ini yang berada di arena BSD.
c. Kita dapat menguji coba dengan memanfaatkan 1 rumah untuk digunakan sebagai rumah singgah untuk digunakan sebagai taman bimbingan belajar GRATIS untuk siswa kelas SD. Idealnya kita dapat membuka 3 rumah singgah untuk siswa SD, SMP, dan SMA lembaga.
d. Di dalam rumah singgah ini selain bimbingan belajar bidang studi yang disesuaikan dengan jadwal juga ada layanan tes psikologi , tes pemahaman diri (tidak standar), konsultasi akademis, internet gratis, juga membuka kantin kejujuran.
e. Petugasnya adalah guru-guru internal YPK yang rela, bersedia untuk memberikan bimbingan dengan perhitungan upah dapat kita kaji lebih mendalam.
f. Agar tidak membebani anggaran lembaga, kita dapat memikirkan kegiatan social ini dengan membuat proposal anggarana kepada perusahaan di lingkungan PKT, seperti, KMI, KPI, dan swasta (sponsor ).
g. Adapun kegiatan dari masing-masing rumah singgah (istilahnya klinik pendidikan / taman bimbingan belajar lembaga atau sebagainya adalah :
1. Taman bimbingan belajar tingkat TK – SD :
a. Kelas sempoa , aritmetika ( TK & SD kelas rendah )
b. Kelas mmbaca menulis permulaan (TK A dan TK B dan SD kelas 1)
c. Kelas matematika
d. Kelas IPA
e. Kelas bahasa Inggris
f. Kelas UMUM dsb.
· Kondisi belajarnya adalah semacam tutor sebaya yang dikendalikan, atau dibimbing oleh guru bidang studi.
· Disuaikan dengan jumlah peminat dan tingkatan kelas.
· Masing-masing kelas dilakukan seminggu sekali dsb.
2. Taman bimbingan belajar tingkat SMP :
a. Kelas matematika
b. Kelas IPA
c. Kelas IPS
d. Kelas Bahasa Inggris
e. Kelas umum dsb.
f. Disesuaikan dengan kebutuhan .
3. Taman bimbingan belajar tingkat SMA :
a. Kelas Matematika
b. kelas IPA
c. Kelas IPS. Dsb
d. Disesuaikan dengan kebutuhan.
3. PAPAN REKLAME PRESTASI SEKOLAH.
a. Dipajang di dalam atau di depan koperasi PKT, depan SD-1 dan depan SD-2 tepatnya dipinggir jalan besar secara semi permanent.
b. Prestasi sekolah dari masing-masing unit kerja dari mulai tahun pelajaran baru 2009-2010 sampai tahun pelajaran berikutnya ( 1 tahun terus menerus). Juga informasi-informasi penting sekolah semacam perlombaan sekolah, HUT YPK dsb.
c. Perlu ditangani secara khusus ( semacam team marketing ).
4. PRESENTASI DAN EVALUASI PROGRAM-PROGRAM SEKOLAH SECARA TERBUKA UNTUK MENGHADAPI TAHUN PELAJARAN BARU 2009-2010 ( dalam upaya untuk mencari masukan).
a. Presentasi dilakukan kepala sekolah dan wakilnya yang terbuka untuk umum (dilakukan di gedung pertemuan YPK )
b. Tujuannya untuk menggali segala masukan yang mungkin selama ini belum pernah terpikirkan .
c. Program –program sekolah harus dilaksanakan secara terpadu dan banyak melibatkan orangtua murid di dalammya ( contoh program unggulan SD sangat sesuai dengan kondisi sekarang adalah pentas seni di GOR dan Marching Band SD-2 ) yang banyak melibatkan banyak potensi dan orang tua di dalamnya (biaya dan tenaga ).
d. Optimalisasi pelayanan program-program yang sudah berjalan seperti kelas Model dengan guru yang benar-benar pilihan ( humanis, terbuka dan familier terhadap orangtua siswa) dan kelas akselerasi ( mengembangkan program pemahaman/pengembangan diri lewat ekstarkurikuler terpadu dan lebih meminimalkan kesan seakan-akan hanya memadatkan materi ).* biaya kedua program tersebut mahal jadi pelayanannya juga harus all out.
5. MEMBUKA KELAS TERPADU DI SD, SMP, DAN SMA ( MENGADOPSI KURIKULUM MADRASAH ).
a. Model pembayaran administrasi seperti kelas model.
b. Menambah kurikulum madrasah ( 3 bidang studi ).
c. Optimalisasi kecerdasan spiritual
d. Mewadahi harapan sebagian orangtua yang menginginkan putra-putrinya memiliki pemahaman agama yang lebih.
e.
6. MEMBUAT KONTRAK KOMITMEN (PENJAMINAN MUTU ) KEPADA ORANGTUA SISWA BARU (seluruh unit sekolah ).
a. Kegiatan ini dapat dilakukan saat masa orientasi/ sosialisasi kepada orangtua siswa baru.
b. Dalam kontrak komitmen ini juga akan mencantumkan komitmen pengawasan/bimbingan orangtua di rumah untuk mendukung peningkatan prestasi belajar siswa di sekolah.
c. Tujuannya untuk menyakinkan orangtua tentang keseriusan lembaga ini dalam mendidik/membimbing putra-putrinya di sekolah ini.
d. Dampak yang diharapkan orangtua semakin yakin, puas, dan semakin tumbuh kepercayaan pada lembaga ini.
DARI : SUPRIHOU SD.
Langganan:
Postingan (Atom)